Bertransformasinya Suzuki Baleno menjadi hatchback, mengubah peta persaingan di kelas small sedan. Dulu, Baleno merupakan lawan berat Toyota Vios dan Honda City. Tapi sekarang, diisi Ciaz yang sebenarnya sangatlah terlupakan. Lalu, Baleno menyongsong liga baru di segmen compact hatchback yang biasanya diisi sang adik, Suzuki Swift. Lebih fokusnya berada di segmen hatchback 1,4-liter. Pasar ini sudah ditunggu duo Korea, Hyundai i20 dan Kia Rio.
Sepertinya mudah untuk Suzuki menguasai kompetisi ini. Selain brand image pabrikan Korea Selatan yang masih belum cukup kuat, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengumbar kekuatan yang tak bisa ditandingi lawannya, yaitu harga.
Baca Juga: Review Hyundai i20
Harga Hyundai i20 termurah untuk varian transmisi manual sebesar Rp 249,5 juta dan untuk matik Rp 263,5 juta. Sementara Kia Rio generasi terbaru, dihargai Rp 250 juta untuk manual dan Rp 265 juta tipe otomatis. Terpaut sangat jauh jika dibandingkan Baleno hatchback. Diumumkan di GIIAS 2017, harga Baleno untuk tipe transmisi manual saja hanya Rp 195 juta. Sementara termahal cuma Rp 207 juta. Terpaut hampir Rp 60 juta, Anda tetap mendapatkan hatchback berkualitas dan fitur lengkap.
fitur dan performa i20 sama dengan Rio
Hyundai i20
Ya, fitur Baleno tak kalah dari i20 maupun Rio. Ketiganya sudah mengadopsi lampu utama model projector plus Daytime Running Light (DRL). Lingkar kemudi dapat diatur ketinggian dan jarak jangkaunya (tilt & telescopic), sudah ada koneksi Bluetooth, pelek berukuran 16-inci dan fitur keselamatan standar sama seperti dual SRS airbags, ABS dan EBD.
Bedanya, i20 dan Rio unggul pada jumlah gigi transmisi manual (6-speed) dan sudah ada mode tiptronic untuk perpindahan manual pada transmisi otomatis 4-percepatan. Kia Rio tampil percaya diri dengan mengumbar kemewahan seperti adanya sunroof dan jok dibalut kulit. Sedangkan Hyundai membanggakan i20 karena dilengkapi fitur Eagle’s Eye Front View, untuk memantau pandangan di depan hingga sudut 180 derajat.
Rio memiliki sunroof
Kia Rio
Tapi Korea bersaudara tidak boleh senang dulu. Suzuki sama sekali tak pelit fitur untuk mobil berharga ‘miring’ ini. Di saat pengemudi i20 dan Rio masih harus memasukkan anak kunci untuk menyalakan mesin, di Baleno tak perlu lagi. Karena sudah menerapkan keyless operating system, yang cukup menekan tombol start/stop engine. Juga ketika menyalakan penyejuk udara (A/C) di i20 dan Rio yang masih model kenop putar ‘jadul’, Baleno dilengkapi climate control dengan model pengaturan tombol. Terlihat lebih keren dan modern, hanya tekan tombol Auto, A/C menyala otomatis menyesuaikan hingga suhu diinginkan.
Sektor tenaga penggerak, bisa dikatakan berimbang di antara ketiganya. Namun di atas kertas, mesin i20 dan Rio unggul dibanding Baleno. Sama-sama memakai mesin Kappa 1,4-liter dengan tenaga 100 PS dan torsi 133 Nm. Baleno memanfaatkan mesin K14B yang sudah lebih dulu dipakai Ertiga, Swift dan Ciaz. Sehingga sudah familiar di mata konsumen dan terbukti andal. Ouput dihasilkan lebih kecil, 92 PS dan torsi 130 Nm. Tapi Suzuki berani mencantumkan konsumsi bahan bakarnya dari hasil pengujian BT2MP-BPPT. Untuk Baleno AT 1:20,6 km/liter dan MT sebesar 1:22,17 km/liter.
Baleno sebagai pemain baru di hatchback
Suzuki Baleno
Soal desain, kembali ke selera masing-masing. Yang pasti, ketiganya masih fresh dan jarang terlihat di jalan raya. Hyundai menerjemahkan bahasa desain fluidic ke seluruh modelnya. Desain yang dinamis dan penuh karakter, menggambarkan kedewasaan. Kia memiliki desain karya Peter Schreyer yang mampu menghipnotis mata siapa pun memandangnya. Sedangkan Baleno, memperkenalkan desain “Liquid Flow” dengan garis-garis halus yang mengalir. Walau secara pribadi, sulit untuk memahami eksteriornya.Tampak menggembung dan gambot. Posturnya terlihat jangkung jadi seperti crossover. Dan memang, dimensi Baleno (3.995 x 1.745 x 1.510 mm) lebih lebar dan tinggi daripada i20 (3.985 x 1.734 x 1.485 mm) dan Rio (4.065 x 1.725 x 1.460 mm).
Kami rekomendasikan Suzuki Baleno. Dengan dana tersedia cukup untuk membeli Hyundai i20 dan Kia Rio, masih tersisa banyak yang bisa ditabung atau mendandani Baleno. Layanan purna jualnya pun lebih baik, dengan bengkel resmi bertebaran hingga pelosok daerah.

Comments


Leave a comment