Hyundai Grand i10 dan Suzuki Ignis, keduanya ada di segmen city car. Bentuk mungil menjadi ciri khas mereka. Paling cocok untuk dimiliki keluarga kecil atau bujangan.

Ignis memang lebih populer di mata masyarakat Indonesia. Lihat saja penjualannya, mencapai ribuan unit dan menjadikannya sebagai raja di kelas city car. Sementara Grand i10 hanya laku puluhan saja setiap bulan.

Biar begitu, tidak selalu mobil laris menjadi yang terbaik. Masing-masing pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Lantaran itu, kami hadirkan komparasi spesifikasi Grand i10 vs Suzuki Ignis. Berikut bahasannya:

Desain

Grand i10 GLX

Grand i10 tampil dengan paras baru menggunakan honeycomb grille dan penyematan daytime running light di bagian bemper. Peleknya memakai ukuran 14 inci bergaya spider web. Garis-garis tubuhnya lebih mengalir untuk menampilkan kesan aerodinamis. Sementara di bagian bemper belakang, tampak reflektor sebagai penguat karakter sportnya.

Suzuki Ignis GX

Ignis memiliki desain berbeda, bodinya lebih gagah dan memiliki guratan yang tegas. Suzuki nampaknya ingin memasukkan unsur ketangguhan SUV pada Ignis. Lihat saja penggunaan pelek besar ukuran 15 inci, grille lebar yang memenuhi moncongnya dan roof rail yang bertengger di atas bodi.

Untuk interior, keduanya tampil sederhana. Keunggulan Ignis ada pada panel instrumen yang sudah menggunakan kombinasi analog, digital dan auto climate AC yang dengan satu kali tekan tombol, otomatis kesejukan kabinnya bisa disesuaikan. Di sisi lain, Grand i10 mempunyai lubang AC untuk penumpang belakang dan desain kabin dengan warna two tone yang memberi rasa nyaman.

Fitur

Dashboard Ignis

Tentang kesamaaan fitur, keduanya masih menggunakan head unit tanpa layar sentuh. Kelebihan Ignis sudah memakai switch control di kemudinya untuk memudahkan pengaturan Head Unit. Fitur lain Ignis, keyless entry dengan start-stop button yang memudahkan saat pengemudi memasuki kabin dan mengaktifkan mesin. Dari sisi keselamatan, mobil buatan India ini sudah memiliki dual airbag di bangku baris pertama. Bicara kenyamanan parkir, Ignis punya sensor di belakang yang mampu menginformasikan ketika ada potensi menabrak.

GIIAS 2017 Hyundai Grandi10 (4)

Sistem pencahayaan Ignis juga lebih baik dari Grand i10, karena dilengkapi LED proyektor yang hemat daya. Hyundai masih memakai bohlam dengan multi fokus reflektor. Sistem keselamatan Grand i10 juga kurang, terlihat dari airbag hanya satu untuk pengemudi saja.

Mesin

mesin ignis K12M

Kapasitas jantung mekanis city car asal Korea Selatan 1.248 cc. Depot daya ini memiliki performa cukup baik, sanggup memuntahkan torsi puncak 120 Nm pada 4.000 rpm dan tenaga maksimal 87 PS pada 6.000 rpm. Sistem transmisinya tersedia dua pilihan: 4-percepatan otomatis dengan shiftronic dan 5-percepatan manual.

Ignis mengendong mesin berkapasitas lebih kecil, 1.197 cc. Performa yang dihasilkan tidak sebaik Grand i10. Mesin Ignis cuma mampu memuntahkan torsi puncak 113 Nm pada 4.200 rpm dan tenaga maksimal 83 PS pada 6.000 rpm. Padanannya, sistem transmisi manual 5-percepatan dan auto gear shift (AGS) 5-percepatan. Penggunaan transmisi AGS sebenarnya cukup unik, karena masih banyak konsumen Indonesia belum terbiasa. Karakter AGS, setiap perpindahan gigi ada jeda yang cukup lama, sehingga akselerasinya terasa lambat.

Harga

Banderol Grand i10 memang cukup tinggi, harga paling murahnya Rp 170,5 juta (OTR Jakarta) dengan transmisi manual dan Rp 192 juta (OTR Jakarta) untuk otomatis. Terdapat pula varian Grand i10X yang tampil dengan berbagai kosmetik sportif dan penggunaan ban lebih tebal. Harganya Rp 175,5 juta untuk transmisi manual dan Rp 197 juta dengan transmisi otomatis.

Suzuki Ignis dengan fitur berlimpah, memiliki harga lebih terjangkau, mulai dari Rp 139,5 juta untuk tipe GL manual dan Rp 149,5 juta untuk GL AGS. Tipe tertingginya GX MT dibanderol Rp 159,5 juta dengan transmisi manual dan Rp 169,5 juta bila transmisinya pakai AGS. Beda tipe GX dan GL cukup banyak, mulai dari fitur parking sensor, auto climate, keyless entry, push start stop button, switch control, high mount stop lamp, lampu depan LED, fog lamp sampai dengan roof rail.

Comments


Leave a comment